TUTORIAL

Seputar Informasi Teknologi, Internet, Website dan Media Sosial

Kabar Buruk! Bos Facebook di Ujung Tanduk, Harta Rp 1.500 T Menguap

Tutorial – Kabar Buruk, datang dari penguasa ternama dunia Media Sosial mark Zuckerberg yang mengalami Kehilangan Harta yang cukup Fantastis senilai Rp. 1500 Triliun dalam jangka waktu hanya 13 bulan menurut laporan yang diterbitkan oleh Bloomberg Billionaires Index

Hal Ini terjadi dikarenakan harga  saham perusahaan yang terus merosot, dan mengalami Titik puncaknya pada September 2021 yakni US$380 per unit.

Prediksi untuk Tahun ini, total kekayaannya ‘hanya’ US$38,1 miliar jauh dibandingkan dari September 2021 mencapai US$142 miliar. Mengutip Bloomberg, ini menjdi kehilangan terbesar yang pernah terjadi pada daftar orang kaya di Bloomber Billionaires Index.

Baca juga: WASPADA CLONING BROWSER, YOUTUBER KENA RETAS VERSI SPYWARE!

Kabar Buruk! Bos Facebook di Ujung Tanduk, Harta Rp 1.500 T Menguap
Kabar Buruk! Bos Facebook di Ujung Tanduk, Harta Rp 1.500 T Menguap

Kinerja Meta memang cukup mengecewakan. Pada Kamis (27/10/2022), harga sahamnya anjlok 25% ke level US$97,94 dan menjadi yang terendah sejak 2016. Jika menarik hingga awal tahun lalu, harga Meta jatuh lebih dari 70%.

Baca juga: HATI-HATI HP ANDROID! ADA 16 APLIKASI BERISI MALWARE YANG AKAN MENGURAS BATERAI

Penjualan saham tersebut terjadi setelah pendapatan kuartalan perusahaan dilaporkan menurun lebih dari 4% dibandingkan tahun lalu yakni menjadi US$27,7 miliar. Laporan tersebut menjadi kuartal kedua yang kinerjanya mengecewakan.

Bukan hanya itu laba perusahaan juga turun mencapai 52%, atau hanya menjadi US$4,4 miliar. Meta memperkirakan kinerja buruk ini terus berlanjut hingga akhir tahun, yakni antara US$30 miliar hingga US$32,5 miliar atau di bawah harapan analisis sebesar US$32,2 miliar.

Reality Labs, unit yang merupakan pengembang VR dan teknologi AR untuk proyek Metaverse, juga membukukan kinerja buruk yakni merugi US$9,4 miliar sepanjang 2022. Namun Zuckerberg tetap melanjutkan proyek ambisius dunia digital itu di tengah kerugian perusahaannya.

Sumber: cnbcindonesia.com